Selasa, 05 November 2013

CINTA YANG KANDAS


Suatu hari aku dan teman ku berada di depan ruang guru, ketika itu kami sedang menunggu guru geografi untuk mengumpulkan tugas. Tiba – tiba aku bertemu dengan seorang pria dan kebetulan ia juga menunggu guru yang sama seperti kami. Selagi kami menunggu, kami berbincang – bincang dengan pria tersebut. Pria tersebut bernama jhon, setelah lama kami berbicara ternyata jhon adalah alumni SMA kami.
            Beberapa lama kemudian guru yang kami tunggu pun datang. Setelah kami mengumpulkan tugas, kami pun melanjutkan perbincangan kami dengan guru geografi. Kami pun berbincang di kantin sekolah, banyak hal yang guru kami ceritakan tentang ka jhon. Dari semenjak iya masuk ke SMA ini hingga lulus dan diterima di universitas di daerah yogyakarta. Kami berbincang dengan asik sekali hingga tanpa sadar bel masuk pelajaran berikutnya pun berbunyi.
            Ketika kami ingin masuk kedalam kelas, ka jhon memanggil ku dan ia meminta nomor handphone ku.
Setelah sampai dikosan tiba – tiba ada nomor asing menelfonku,
“Haloo” begitu lembut nya dia menyapa ku di telfon, lalu ku jawab “iya halo juga ini siapa yaa” dia menjawab “ini ka jhon de yang tadi ngobrol sama kamu dan guru di kantin sekolah” betapa senangnya hatiku ketika tau ka jhon yang menelfon ku. Kami berbicara banyak hal di telfon, tanpa sadar kami sudah 2 jam menelfon. sebelum ia menutup telfon ia bilang akan menjemputku besok usai pulang sekolah.
            Keesokan harinya, setelah aku pulang sekolah aku melihat ka jhon sudah menungguku di samping gerbang sekolah. Ia mengajakku untuk makan bersama. Setelah sampai ditempat makan yang ia suka kami pun berbincang – bincang sambil menyantap makanan kami. Tanpa sadar aku menyukai cara dia berbicara, cara dia mendengarkan, cara dia memberi solusi kepadaku. Tanpa sadar aku pun menyukai dia.
Semiggu kemudian, aku dan ka jhon semakin dekat. Selalu ku lewati hari – hariku bersama dia, dan semakin lama pula aku semakin nyaman di samping dia. “Ya allah apakah aku mencintainya? Aku sedih bila ia tidak menghubungiku, walaupun hanya sebentar” ucapanku di dalam hati sambil menatap wajahku di cermin
Keesokan harinya iya mengajak ku jalan ke suatu air terjun yang indah sekali. Ketika aku sedang duduk dan bermain air dengan kakiku, dia pun memanggil ku dan tiba – tiba dia bilang “i love you”  begitu terkejutnya aku mendengar kata – kata tersebut, tanpa sadar aku bertanya “ maksudnya ka, aku ga ngerti” lalu dia menjelaskan “ sebenernya, kaka suka sama kamu dari awal kita bertemu, semakin lama kaka semakin nyaman disaping kamu de. Kaka seneng ngeliat kamu. Kamu mau gak kita melanjutkan hubungan lebih dari teman” aku kehabisan kata – kata mendengarnya, aku heran, apakah aku harus sedih atau senang mendengarnya, karena aku sudah menganggap dia sebagai sahabatku. “haloo, gimana di terima gak cinta kaka ini? Ko malah begong” ia membuyarkan lamunanku. Aku menjawab “ iya aku mau ka, aku juga suka sama kaka” kemudian dia mengelus kepala ku lalu menjawab “ makasih ya sayang udah nerima cinta aku, love you” betapa senangnya hati ku, sampai – sampai aku tidak bisa menahan senyumku.
Setelah seminggu kami berpacaran iya pun kembali ke yogya. Aku sangat sedih karna harus berpisah dengan ia untuk beberapa bulan hingga ia libur dan kembali kesini. Aku mengantar kan ia sampai ke terminal. Tanpa sadar air mataku pun turun, lalu iya pun langsung mengelap air mataku dan bilang “ sayang maaf yaa, aku tinggal dulu sebentar. aku janji kalo nanti libur lagi aku pasti kesini lagi. kamu jangan sedih ya, jaga diri baik – baik, jangan nakal yaa disini” alalu aku bilang “ iya ka, kaka juga jaga diri baik – baik yaa disana, jangan nakal, jangan ganjen sama cewek – cewek ya”  ucap ku dengan nada menahan air  “ iya sayang aku janji “ jawabnya sambil menelus kepalaku dan bergegas naik ke bus.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Akhirnya hubungan  aku dengan jhon sudah mencapai 6 bulan. Mungkin ini waktu yang cukup lama untukku. Di bulan ke 6 ini rasanya ada yang berbeda dengan ka jhon. Ia lebih sering berkumpul dengan teman – teman fotografernya dibandingkan meluangkan waktu untukku. Aku tau mungkin dia sedang senang berkumpul dengan teman – temannya. Akan tetapi setiap ia meluangkan waktu untukku, ia hanya menjawab dengan singkat dan hanya sebentar saja.
“Ya allah apa yang terjadi dengannya? Mengapa semuanya seperti ini, kemana ka jhon yang dulu yang selalu ada untukku” ucapku di dalam hati sambil meneteskan air mata. Rasanya aku ingin menyusulnya, tetapi tidak mungkin, yogya itu jauh sekali bagiku. “apa yang harus aku lakukan?” ucapku hingga ku tertidur nyenyak.
Keesokan harinya tidak ada kabar darinya. Aku telfon pun tidak di angkat, “ mungkin dia sedang sibuk” pikirku. Dua hari berlalu tetap tak ada kabar darinya, aku khawatir “apakah dia baik – baik saja disana?” aku telfon, aku sms, aku email, aku kirim facebook, tetap saja tak ada respon darinya. Setiap malam aku menangis memikirkan dia “kemana dia, mengapa dia menghilang begitu saja? Apa salahku? Mengapa dia meninggalkanku?” begitu banyak pertanyaan yang menghantuiku hingga akhirnya aku pun tertidur lagi.
Sebulan sudah dia tidak memberikan kabar kepadaku. “ apakah aku akhiri saja hubungan ini? apakan aku harus melupakan dia begitu saja? Aku tak mau terlarut dalam kesedihan ini. Aku tak mau di hantui oleh perasaan sakit ini” tiba – tiba handphone ku berbunyi dan membuyarkan lamunan ku. Ketika ku lihat ternyata dari jhon. Perasaanku seperti di sambar petir, betapa terkejutnya hati ku. Entah apa yang harus ku rasakan apakah marah atau senang. Begitu ku baca pesan itu, aku sangat terkejut dengan apa yang dia katakan kepadaku “maaf ya udah bikin kamu khawatir. maaf aku ga bisa jadi yang terbaik buat kamu. Mungkin kamu bisa cari yang lebih baik dari aku.” Tanpa sadar air mataku pun pecah dan langsung aku menjawab pesan itu “ kamu jahat. Kamu udah janji sama aku, kamu gak bakalan tinggalin. Aku salah apa sama kamu sampai setega ini kamu tinggalin aku dengan alasan yang gak jelas”  tak kuasa aku menahan air mataku. Sambil aku mencoba untuk menghapus air mataku dan mencoba untuk melupakan semua kenangan indah yang pernah kita lalui.

Aku dan Lukisannya-Nya