Minggu, 06 November 2016

Elemen dan Karakteristik sistem



Untuk membangun sistem informasi psikologi, perlu menyiapkan kebutuhan untuk elemen sistem dan karakter sistem yang akan dibangun

1.   Elemen sistem
Elemen sistem adalah suatu bagian terkecil sistem yang dapat saling berhubungan dan terbentuk sehingga mampu untuk di identifikasi. Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem,
a.   Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tidak terarah dan tidak terkendali.
b.   Masukkan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
c.   Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk.
d.   Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
e.   Batas
Batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
f.    Mekanisme pengendalian umpan balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
g.   Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
2.   Karakteristik sistem
a.       Batasan (boundary) adalah penggambaran dari suatu elemen atau unsur mana yang yang termasuk di dalam sistem dan mana yang di luar sistem.
b.       Lingkungan (environment) adalah segala sesutau di luar sistem, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap suatu sistem.
c.       Masukan (input) adalah sumber daya (data, bahan baku, peralatan, energi) dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu sistem.
d.       Keluaran (output) adalah sumber daya atau produk (informasi, laporan, dokumen, tampilan layer computer, barang jadi) yang disediakan untuk lingkungan sistem oleh kegiatan dalam suatu sistem. 
e.       Komponen (component) adalah kegiatan-kegiatan atau proses dalam suatu sistem yang mentransformasikan input menjadi bentuk setengah jadi (output).
f.        Penghubung (interface) adalah tempat dimana komponen atau sistem dan lingkuhngannya bertemu atau berinteraksi.
g.       Penyimpanan (storage) adalah area yang dikuasai dan digunakan untuk penyimpanan sementara dan tetap dari informasi, energi, bahan baku, dan sebagainya.

3.   Model Sistem Informasi Psikologi
SPSS merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengolah data secara kuantitatif. Aplikasi SPSS sangat membantu bidang psikologi ketika seseorang sedang melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kuantitatif. 


Daftar Pustaka
Fatta, H. A (2007).  Analisis dan perancangan sistem informasi. Jakarta: Andi Offset
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem diakses pada tanggal 3 November 2016
Hall. J.A. (2007). Sistem informasi akuntasi. Jakarta: Salemba Empat

Jumat, 07 Oktober 2016

Sistem Informasi Psikologi

 
   A.    Pengertian Sistem
Menurut Kusrini dan Andri (2007), Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur  yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu aturan tertentu.
Menurut Ackof (2000), sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.
Menurut Anatol Raporot (2002), Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain
            Menurut Marimin (2004), Sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Berdasarkan pengertian di atas sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan untuk mencapai suatu tujuan dalam lingkungan yang kompleks.

  B.    Pengertian Informasi
Menurut Kusrini dan Andri (2007), Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Menurut Amsyah (2005), Informasi adalah data yang sudah diolah ke dalam bentuk tertentu sesuai dengan keperluan pemakai informasi tersebut.
Menurut Irwansyah dan Moniaga (2014), Informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang diorganisir atau diolah dengan cara tertentu sehingga dapat memberikan keterangan atau pengetahuan
Menurut Sutabri (dalam Pebrianto, 2010), Informasi adalah data yang telah diklarifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Berdasarkan pengertian diatas informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sekumpulan data atau fakta yang diorganisir sehingga dapat memberikan keterangan atau pengetahuan dalam proses pengambilan keputusan atau mendukung sumber informasi.

  C.    Pengertian Psikologi
Menurut Wundt (dalam Basuki, 2008), Psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness)
Menurut Branca (dalam Basuki, 2008), Psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia.
Menurut Plotnik (dalam Basuki, 2008), Psikologi merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Menurut Woodworth dan Marquis (dalam Basuki, 2008), Psikologi merupakan ilmu mempelajari aktivitas individu baik aktivitas motorik, kognitif, maupun aktivitas emosional.
Berdasarkan pengertian diatas psikologi adalah ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia, kesadaran manusia, proses mental dan aktivitas motorik, kognitif, maupun emosional pada individu.

Berdasarkan pengertian dari beberapa tokoh sistem informasi psikologi adalah jaringan kerja dari prosedur yang menghasilkan data yang sudah diolah untuk pengambilan keputusan atau mendukung sumber informasi yang berkaitan dengan psikologi.



 
DAFTAR PUSTAKA

Ackof, L. (2000). Sistem Informasi. Yogyakarta.: Andi Offset
Anatol, R. (2002). Analisis dan perancangan sistem informasi. Yogyakarta: Andi Offset
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Kusrini, S, K., & Andri, K. (2007). Tuntunan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft SQL server. Yogyakarta: Andi Offset
Marimin. (2004). Teknik dan aplikasi pengambilan keputusan kriteria majemuk. Jakarta: Grasindo
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Irwansyah, E., &  Moniaga, J. (2014). Pengantar teknologi informasi. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Pebrianto, S. (2010). Pembangunan sistem informasi perpustakaan pada perpustakaan umum kabupaten pacitan. Journal Speed. 02. 43-47.


Senin, 11 Januari 2016

Review Jurnal Pengaruh Kompensasi dan Iklim dalam Organisasi terhadap Kepuasan Kerja

Kelompok 8 (Alpukat)

Disusun oleh :
Andrew Wiratama
Mikha Meyanti B.
Riyan Anugerah
Ulfah Indah K.
Wira Utami H.
kelas : 3PA06


Pengaruh Kompensasi dan Iklim Organisasi terhadap Kepuasan Kerja
Elviera Sari
British International School


Pendahuluan

Sejalan dengan keterbukaan perekonomian dan era globalisasi di dunia   mendorong pemerintah Indonesia untuk membuka kesempatan investasi seluas- luasnya bagi para investor dan pemilik perusahaan asing, dan secara tidak  langsung mendorong datangnya orang asing ke Indonesia. Sebagian orang tua di Indonesia beranggapan bahwa sistem pendidikan yang terdapat di Indonesia  saat ini masih terlambat dalam mengikuti perkembangan dunia sehingga mereka  mengirimkan anaknya sekolah di luar negeri agar dapat mengikuti kurikulum internasional.

Untuk mengantisipasi pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan bagi Warga Negara Indonesia agar dapat mengikuti pendidikan internasional diIndonesia. Sekolah internasional yang telah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan profesional menginginkan karyawannya dapat tetap berada dalam organisasi sekolah selama mungkin. Untuk itu sekolah internasional menerapkan beberapa cara yang bertujuan untuk mempertahankan karyawannya dengan memberi kompensasi yang menarik, menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan kondusif, fasilitas lain yang dapat dinikmati karyawan selain kompensasi tetap, dan memberikan rangsangan kepada karyawan agar dapat meningkatnya kinerjanya.

 Untuk itu perlu diketahui faktor apa saja yang menjadi faktor penentu kepuasan kerja karyawan dan pengaruh kompensasi dan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja merupakan salah satu sikap karyawan yang perlu diciptakan di lingkungan kerja agar karyawan dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga menghasilkan kerja yang optimal, secara spesifik pengaruhnya terhadap kerja yang kreatif (Amabile, 1998; Soeling, 2005). Kepuasan kerja (job satisfaction) merupakan sasaran penting dalam manajemen sumber daya manusia karena akan mempengaruhi kinerja dan produktivitas kerja. Kepuasan kerja dapat dilihat dari bagaimana pegawai bereaksi terhadap perubahan karakteristik pekerjaannya. Job Description Index (JDI) dapat digunakan untuk mengukur kepuasan kerja dari lima hal yaitu pekerjaan itu sendiri, supervisor langsung diatasnya, gaji, rekan kerja dan peluang untuk promosi (Downey, 1975).

Luthan (1981) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah tergantung kepada bagaimana persepsi individu seseorang dalam melaksanakan tugasnya di tempat kerja sehingga bersifat subjektif bagi individu yang merasakannya. Pegawai akan merasa puas dalam bekerja apabila aspek pekerjaan dan individunya saling menunjang sehingga dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja berkenaan dengan perasaan seseorang tentang menyenangkan atau tidaknya pekerjaan karyawan. Dalam hasil Annual Job Satisfaction Survey terhadap para staf perusahan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa level tertinggi dari ketidakpuasan karyawan berkisar seputar gaji, bonus, dan hubungan antara pembayaran karyawan karyawan dan hasil kerjanya (Weldon,1999).

Kompensasi adalah salah satu bentuk penghargaan suatu organisasi terhadap sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Manajemen kompensasi adalah salah satu fungsi penting dalam manajemen sumber daya manusia. Sistem kompensasi yang sesuai dan tepat dipercaya akan dapat meningkatkan motivasi, komitmen, dan kontribusi sumberdaya manusia dalam organisasi. Pandangan ini sesuai dengan pendapat Lockyer yang dikutip oleh Irianto (2001) yang menyatakan, “Sistem kompensasi merupakan bagian internal dalam hubungan industrial dan mempengaruhi efektivitas hubungan antara organisasi dan pekerja”.

Iklim (climate) selalu dilihat sebagai descriptive concept yang tertuju pada fakta tentang lingkungan. Iklim organisasi adalah suatu sistem sosial yang selalu dipengaruhi oleh lingkungan baik internal maupun eksternal. Iklim organisasi merupakan suasana kerja yang dialami oleh karyawan, misalnya lewat ruang kerja yang menyenangkan, rasa aman dalam bekerja, penerangan yang memadai, sarana dan prasana yang memadai jaminan sosial yang memadai, promosi jabatan, kedudukan dan pengawasan yang memadai.



Hasil

 A. Kompensasi
Dari jawaban responden yang telah diolah dengan bantuan SPSS ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor penentu variabel kompensasi. Faktor penentu tersebut ditetapkan berdasarkan nilai persentase dari frequency atau hasil setiap jawaban responden yang nilainya melebihi 50%.
Hasil penentuan urutan faktor dari variabel kompensasi yang paling mempengaruhi kepuasan kerja adalah komponen tunjangan yang berbeda dari gaji bulanan. Kompensasi memiliki dampak signifikan bagi suatu organisasi untuk menarik dan mempertahankan karyawannya sesuai dengan teori Bergmann (2002).

 B. Iklim Organisasi
Berdasarkan analisis data penelitian dapat ditentukan faktor penentu variabel iklim organisasi berdasarkan nilai persentase dari frequency atau hasil setiap jawaban responden yang nilainya melebihi 50%.
Hasil penentuan urutan faktor dari variabel iklim organisasi yang paling mempengaruhi kepuasan kerja membuktikan bahwa kepuasan kerja diperoleh dari sistem sosial yang dipengaruhi lingkungan internal dan eksternal dengan bervariasinya iklim organisasi yang diciptakan British International School.

 C. Kepuasan Kerja
Faktor penentu variabel kepuasan kerja ditentukan berdasarkan nilai persentase dari frequency atau hasil setiap jawaban responden yang nilainya melebihi 50%
Hasil penentuan urutan faktor dari variabel kepuasan kerja di atas membuktikan bahwa kebebasan karyawan untuk mengembangkan keterampilan dengan kesempatan yang diberikan untuk mengambil keputusan sendiri dalam pekerjaan memberikan kepuasan kerja,bagi karyawan terbaru.

 D. Korelasi
       Koefisien korelasi dapat digunakan untuk mengukur asosiasi atau hubungan antar variabel.

  v Variabel kompensasi (X1) terhadap variabel kepuasan kerja (Y) mempunyai koefisien korela 
          sebesar 0,852. Koefisien korelasi menunjukkan tingkat hubungan antara kompensasi dan kepuasan 
          kerja sangat kuat dan positif, berarti semakin meningkat sarana kompensasi akan meningkatkan 
          kepuasan kerja karyawan.

  v Variabel iklim organisasi (X2) terhadap variabel kepuasan kerja (Y) mempunyai koefisien korelasi 
           sebesar 0,714. Koefisien korelasi tersebut menunjukkan tingkat hubungan iklim organisasi dan 
          kepuasan kerja kuat dan positif berarti semakin baik persepsi karyawan terhadap iklim organisasi        maka kepuasan kerja akan meningkat.

  v Variabel kompensasi (X1) dan variabel iklim organisasi (X2) terhadap variabel kepuasan kerja (Y) 
          mempunyai koefisien korelasi sebesar 0,883. Koefisien korelasi tersebut menunjukkan tingkat 
          hubungan kompensasi dan iklim organisasi terhadap kepuasan sangat kuat dan positif yang berarti 
         persepsi karyawan terhadap kompensasi dan iklim organisasi baik sehingga kepuasan kerja akan 
         meningkat

  vKoefisien determinasi atas sarana kompensasi yang diterima dan iklim organisasi yang ada 
         memberikan nilai sebesar 77,97% terhadap kepuasan kerja karyawan, hasil tersebut di atas sesuai 
         dengan pendapat Spector (1997) yang menyatakan bahwa aspek-aspek yang mempengaruhi 
         kepuasan kerja selain gaji dan fasilitas adalah penghargaan yang diberikan kepada karyawan, 
         komunikasi, hubungan dengan teman sekerja, kondisi pekerjaan, keamanan dan lain-lain



Kesimpulan

Hasil penentuan urutan faktor dari variabel kompensasi yang paling mempengaruhi kepuasan kerja adalah komponen tunjangan yang berbeda dari gaji bulanan, sedangkan hasil penentuan urutan faktor dari variabel iklim organisasi yang paling mempengaruhi kepuasan kerja diperoleh dari sistem sosial yang dipengaruhi lingkungan internal dan eksternal dengan bervariasinya iklim organisasi yang diciptakan British International School. Penetapan hari kerja sampai pujian dan penghargaan dari rekan kerja adalah respon yang paling disikapi secara positif.
Hubungan kompensasi yang diterima karyawan dan iklim organisasi secara bersama-sama menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan positif terhadap kepuasan kerja. Namun hubungan kompensasi terhadap kepuasan kerja lebih besar dibandingkan hubungan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa menciptakan kompensasi dan proses balas jasa yang baik terhadap karyawan akan lebih mendorong kepuasan kerja karyawan dibandingkan dengan menciptakan iklim organisasi yang baik



Daftar Pustaka


Sari, E. (2009). Pengaruh kompensasi dan iklim organisasi terhadap kepuasan kerja. Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, 16, 18-24